Menuju Final Piala Jenderal Sudirman


Menuju Final Piala Jenderal Sudirman

 

Menurut pengamatan AGENSPORTSBOOKQQ101.COM AGEN SPORTSBOOK ONLINE DAN TARUHAN OLAHRAGA TERPERCAYA INDONESIA mengatakan bahwa Si Kabau Sirah sedang garang. Barangkali pernyataan ini sangat cocok ditujukan pada tim asuhan Nil Maizar. Pelatih yang pernah menangani Timnas ‘di kala sulit’ tersebut dengan meyakinkan mampu

Menuju Final Piala Jenderal Sudirman

membawa anak asuhnya bermain hingga ke partai puncak. Perjalanan Tim Urang Awak itu pun selangkah lagi merebut tropi juara.

Dan alangkah lebih menariknya jka pertandingan tersebut di isi dengan taruhan pemasangan bersama agen bola terpercaya indonesia.

Tidak ketinggalan, Mitra Kukar juga tampil trengginas. Sejak babak penyisihan, Mitra Kukar mampu mencuri perhatian. Hingga semifinal leg kedua kemarin, permainan sabar Mitra Kukar terbukti mampu menjinakkan agresifitas Arema Cronus.

Sisi menarik dalam turnamen PJS kali ini terbilang unik. Dengan sistem pertandingan yang memberikan klasifikasi poin secara merata pada setiap jenis kemenangan, secara tidak langsung menguntungkan banyak tim, khususnya Semen Padang. Salah satunya adalah sistem pemberian poin untuk tim yang kalah adu pinalti. Dengan adanya pola seperti ini menjadikan Semen Padang sebagai peringkat 3 terbaik di penyisihan pertama. Alhasil Semen Padang lolos ke putaran kedua. Uniknya, 1 poin hasil adu pinalti tersebut diraih atas kekalahan melawan Mitra Kukar di penyisihan grup pertama. Sisi menarik lainnya adalah, hingga putaran kedua, kedudukan Nil Maizar Vs Jeffri Sastra adalah sama kuat 1-1, yakni saling mengalahkan. Lebih menarik lagi, mereka kembali akan bertemu di final PJS, Minggu, 24 Januari 2016 nanti.

Ulasan Strategi Semen Padang

Di sisi lain AGENSPORTSBOOKQQ101.COM AGEN SPORTSBOOK ONLINE DAN TARUHAN OLAHRAGA TERPERCAYA INDONESIA yakin dengan Bermain kembali melawan Mitra Kukar di partai puncak jelas membawa motivasi tersendiri bagi para punggawa Semen Padang. Tim yang pernah meraih trofi di Liga Primer Indonesia tersebut ingin sekali membuktikan bahwa mereka memang tim yang berkelas. Dengan ciri khas permainan menyerang lewat sayap, diprediksi Semen Padang akan bermain melebar di partai kali ini.

Nil akan tetap memasang pola 4-4-2 yang berkombinasi menjadi 4-1-3-2 di saat melakukan serangan balik. Bermain alot seperti mengalahkan Borneo FC di babak semifinal akan kembali diperagakan Nil pada laga puncak nanti. Untuk posisi sweeper, Nil tetap akan mempertahankan Yu Hyun Koo. Sebagai tandemnya, Nil akan memasang  Irsyad Maulana sebagai penyerang lubang.  Sayangnya, Nil harus kehilangan Vendri Mofu di Final nanti karena hukuman kartu merah yang diterimanya. Hendra A Bayaw juga tidak dapat dimainkan karena terkena kartu merah pada laga semifinal leg kedua kemarin. Bila Nil ingin ber-eksperimen, Ricki Ohorela tentu bisa dimainkan sebagai sayap menggantikan fungsi Hendra Adibayaw. Di lini depan, tampaknya Nil akan memasang duo James Koko Lomel dan Nur Iskandar.

Di lini belakang, Nil tetap akan mempercayakan kekuatan Al Hadji dan Hamdi Ramdhan. Di kiri dan kanan pertahanan duo nama yang tidak mungkin absen adalah Hengki Ardiles (sang kapten) dan Novan Setya yang kemarin bermain bagus. Posisi kiper sudah jelas milik Jandia Eka Putra, sang penyelamat di Semifinal.

Mitra Kukar Menatap Final

Sama-sama dilatih oleh pelatih berdarah Minang, Mitra Kukar juga bukan tim sembarangan. Tim besutan Jefri Sastra ini telah membuktikan bahwa mereka pun bisa membalikkan prediksi banyak pihak ketika bertemu Arema. AGENSPORTSBOOKQQ101.COM AGEN SPORTSBOOK ONLINE DAN TARUHAN OLAHRAGA TERPERCAYA INDONESIA juga mengatakan Meski harus kalah 2-1 di semifinal leg kedua, namun Mitra Kukar berhasil melewati rintangan tersebut dengan memenangkan adu pinalti.

Pada putaran final nanti, Mitra Kukar diperkirakan akan mengusung formasi 4-4-2 menyerang. Di depan, posisi striker akan diisi oleh Patrick Cruz Santos yang terbukti merepotkan Arema pada leg kedua kemarin. Di lini tengah, Rizki Pelu dipastikan akan berjibaku menyambungkan bola ke depan.

Sisi menarik lainnya adalah, Mitra Kukar juga memiliki kiper handal. Eks kiper Persib yang jarang dimainkan di Bandung, malah tampil luar biasa bersama Mitra Kukar. Pada partai final kemarin, Shahar Ginanjar menunjukkan kelasnya. Bila sewaktu-waktu terjadi adu pinalti, tentu menarik untuk melihat aksi nya bila harus dibandingkan dengan Jandia Eka Putra, kiper Kabau Sirah.

Namun sayang di partai final nanti, Mitra Kukar akan kehilangan dua pemain utama di lini belakang yakni Bayu Pradana dan Abdul Gamal. Keduanya terkena sanksi kartu merah. Sebagai penggantinya, Michael Orah berpeluang akan dimainkan sejak awal.

Dari penulusuran yang didapat menjelaskan bahwa Bagi kedua pelatih khususnya, pertandingan nanti akan membuktikan siapa murid Haji Suhatman Imam yang lebih jago. Apakah Jefri Sastra yang berusia lebih tua dari Nil, ataukah Nil Maizar yang pernah menukangi Timnas? Menarik ditunggu, terlebih skor mereka berdua selama turnamen PJS ini masih berimbang 1vs1.

Berikutnya beranjak dari informasi seputar olah raga buat teman pembaca juga bisa menyimak permainan online  yang pada pembahasan nya mengenai slot mesin tentu tidak kalah menariknya untuk di simak.

Leave a Comment